Asyiknya Menulis Fiksi!



KBMN Gelombang 28
Resume Pertemuan ke-10
Tema: Kiat Menulis Cerita Fiksi
Narasumber: Sudomo, S. Pt.
Moderator: Bambang Purwanto, S. Kom. Gr.




Assalamualaikum Wr. Wb., salam sehat dan bahagia pembaca hebat!

Alhamdulillah, kita sudah sampai pada pertemuan ke-10, sungguh luar biasa untuk kita semua, bisa menulis tiga kali dalam sepekan, meskipun belum bisa melakukan mantra Om Jay "Menulislah setiap hari, dan lihatlah apa yang terjadi" Namun, setidaknya kita telah berusaha. Meskipun dengan "dipaksa" dan "terpaksa", karena "Kalau tidak dipaksa, kita tidak akan melakukannya. Sama halnya saat kita masih kecil, dipaksa belajar berjalan oleh orang tua kita, dan akhirnya kita bisa melakukannya dengan mudah" Ungkap Prof. Ainun Naim pada pertemuan sebelumnya. "Dipaksa, terpaksa, lalu bisa menjadi biasa hingga menjadi budaya, singkatnya membiasakan yang tidak biasa" Kata Dr. dr. Tan Shot Yen, M. Hum dalam sebuah artikel. Aplaus untuk kita semua, telah sampai pada tahap ini, khusus untuk diri saya "Terima kasih telah mau berjuang sampai saat ini untuk terus menulis, terima kasih untuk selalu berusaha menggapai mimpi, meskipun masih banyak hal yang belum diwujudkan. Terima kasih untuk tidak berhenti belajar, berkembang, dan melakukan banyak hal untuk mewujudkan impian. Terima kasih telah menyadari bahwa kita memiliki mimpi yang besar dan selalu berusaha mewujudkannya!" Sepenggal apresiasi untuk diri sendiri  agar tetap semangat melakukan hal-hal yang dapat mewujudkan impian. Mimpi menjadi seorang penulis yang menghasilkan karya-karya hebat, hingga suatu hari nanti nama saya terpatri di hati para pembaca yang juga hebat, seperti para narasumber dan moderator hebat kali ini, Bapak Sudomo, S. Pt., narasumber yang akrab disapa Mazmo ini tak kalah hebat dengan narasumber sebelumnya dan narasumber-narasumber yang akan datang pada pertemuan berikutnya, beliau seorang guru IPA yang mencintai dunia sastra, luar biasa! Begitu pula dengan sang moderator. Moderator hebat malam ini adalah Bapak Bambang Purwanto S. Kom. Gr. Untuk lebih mengenal profil Mazmo dan karya Mr. Bams, sapaan hangat Bapak Bambang Purwanto, mampir ke blognya, yuk!



Tema malam ini "Kiat Menulis Cerita Fiksi" Tema yang sangat menarik menurut saya,  meskipun teori mengenai cerita fiksi pernah saya peroleh di bangku kuliah. Namun, karena disampaikan secara singkat, jelas dan padat oleh narasumber, materi yang saya pelajari selama satu semester ini menjadi lebih asyik!

Saya termasuk orang yang gemar menulis cerita fiksi, kecintaan saya pada dunia fiksi sejak Madrasah Tsanawiyah mengantarkan saya nekat menulis novel. Walaupun, sampai saat ini, hasil pena saya masih dalam bentuk digital. Pembaca hebat bisa mengunjungi tulisan saya di aplikasi Wattpad dan KBM aplikasi dengan username Marlina Rahman. 

Hal yang menarik dalam menulis cerita fiksi adalah bisa menuangkan imajinasi kita. Fiksi merupakan mimesis dari kehidupan kita. Jadi, menulis cerita fiksi bisa didasari pada kisah nyata yang dibumbui oleh imajinasi penulis. Semua suka berimajinasi 'kan? Yuk, nulis cerita fiksi! Bingung mulai dari mana? Nih, saya kasih tahu, mulailah dari menulis kisah hidupmu sendiri atau kisah-kisah orang di sekitarmu, tapi jangan lupa dibumbui, bumbunya itu berasal dari imajinasimu sendiri. Biar lebih jelas, ikuti kiat menulis cerita fiksi ala Mazmo berikut ini, yuk!

Tips menulis cerita fiksi, yaitu menumbuhkan niat, menentukan ide dan genre yang disukai dan kuasai, membaca karya fiksi orang lain, membuat kerangka, dan mulailah menulis kemudian menyelesaikannya. 

Selain tips di atas, Mazmo juga memberikan kiat-kiat menulis cerita fiksi dengan menggunakan alur MERDEKA, yaitu Mulai dari Diri, Eksplorasi Konsep, Ruang Kolaborasi, Demonstrasi Kontekstual, Elaborasi Pemahaman, dan Aksi Nyata, berikut penjelasannya,
1. Mulai dari Diri. Pada alur ini, narasumber ingin semua peserta bisa berbagi tentang pengalamannya dalam menulis cerita fiksi. Peserta bisa mengirimkan cerita singkat terkait pengalaman. Bisa pengalaman mengalami kendala memulai menulis cerita fiksi. Bisa juga tantangan yang dihadapi saat menulis cerita fiksi. Bisa juga mungkin pengalaman telah menerbitkan buku fiksi
2. Eksplorasi Konsep. Pada alur ini, peserta dipersilakan mempelajari secara mandiri materi yang telah disiapkan oleh narasumber dalam bentuk cerita pendek. Peserta bisa membaca dan membuat catatan/pertanyaan terkait materi yang ingin digali lebih dalam lagi. Materi dapat dibaca pada link berikut ini,

3. Ruang Kolaborasi. Pada alur ini narasumber memberikan beberapa kalimat untuk dilanjutkan oleh peserta menjadi satu paragraf.
Berikut ini adalah kalimat yang diberikan oleh narasumber untuk peserta lanjutkan:

Perlahan suara-suara itu menghilang. Dalam gulita aku menggigil sendirian. Mendadak bulu kudukku meremang. Terdengar suara di kejauhan. Semakin lama kian mendekat. Jantungku pun kian berdetak lebih kencang, hingga terdengar lebih keras dari desahan nafasku, keringat membasahi tubuh, tak berani kubuka mata ini, terus saja kupejam, mulut kubekap dengan kedua tangan agar nafas ini tak terdengar. Di bawah ranjang tidurku, aku mencoba menyembunyikan diri. Kutajamkan pendengaranku, terdengar derap langkah kaki menaiki tangga, "Dia ke sini" Batinku, kudengar pintu dibuka " Ya, Tuhan, mimpikah ini?" Teriakku dalam hati. Aku tak berani membuka mata, tiba-tiba "sreeet" kakiku ditarik olehnya, dalam kegelapan aku terus meronta melepaskan diri.
4. Demonstrasi Kontekstual. Pada alur ini peserta dipersilahkan menuliskan 5 tema yang paling disukai dan dikuasai.  Tema yang saya pilih adalah, drama keluarga, percintaan, persahabatan, misteri, dan komedi.
5. Elaborasi Pemahaman. Pada alur ini peserta dipersilahkan mengirimkan pertanyaan terkait materi terutama menyangkut hal-hal yang ingin diperdalam lagi.
6. Koneksi Antarmateri. Pada alur belajar ini, narasumber meminta peserta untuk menuliskan kesimpulan dari materi belajar malam ini. Kesimpulan belajar malam ini adalah menulis cerita fiksi itu mudah, asalkan mau melakukannya.
7. Aksi Nyata. Alur belajar ini, yaitu terkait dengan penerapan materi malam ini dalam bentuk tulisan, yaitu resume hasil belajar. 

Bagaimana, mudah 'kan? Yuk, mulai menulis cerita fiksi, kisah nyata yang difiktifkan!
Setelah menjelaskan kiat-kiat menulis cerita fiksi, Mazmo juga memaparkan jenis-jenis cerita fiksi, 
1. fiksimini, yaitu fiksi singkat yang hanya terdiri dari beberapa kata saja. Berikut adalah contoh fiksimini yang terkenal For sale: baby shoes, never worn. Ernest Hemingway.
2. flash fiction, yaitu cerita kilat dengan kekhususan jumlah kata. Biasanya mengandung plot twist.
3. Premis adalah ringkasan cerita dalam satu kalimat. Contoh premis: Seorang anak yang berjuang melawan penyihir jahat demi kedamaian dunia. Itu adalah premis dari novel Harry Potter. Kekuatan premis adalah mampu menggambarkan novel yang tebal hanya dalam satu kalimat saja. Premis mengandung unsur, yaitu tokoh, tantangan, tujuan tokoh, dan resolusi
Untuk lebih jelasnya mengenai materi tersebut, pembaca hebat bisa pantengin link YouTube berikut ini!

 
Terima kasih, salam hangat dan salam literasi!

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pertemuan Pertama kelas XII TP 2023/2024

Mewujudkan Budaya Positif di Sekolah

Usaha Penerbitan Buku